- Back to Home »
- TERMOKIMIA
Posted by : Unknown
Minggu, 15 Desember 2013
Konbanwa Minna^^
Ketemu lagi kitaa! haha
Malam ini saya mau share tentang 'TERMOKIMIA' materi kelas XI SMA
Yap! Ini dia... Happy reading^^
Pendahuluan
Pada
tulisan ini akan dibahas mengenai reaksi kimia dan hubungannya dengan panas dan
energi yang berubah saat terjadi reaksi tersebut.
Sistem
& Lingkungan
Untuk
mengerti termokimia, perlu dipahami konsep sistem dan lingkungan. Pertama, kita
akan membahas mengenai sistem. Sistem adalah
reaksi atau tempat yang dijadikan titik
pusat perhatian. Lingkungan adalah
semua hal yang menunjang sistem, atau dengan kata lain, semua hal di luar sistem. Contohnya, bila anda
melihat segelas air, maka segelas air adalah sistem, sementara ruangan dan
semua lainnya adalah lingkungan.
Ada 3 jenis sistem, berdasarkan transformasi materi dan energinya, yaitu:
- Sistem terbuka, yaitu sistem dimana pertukaran materi dan energi keluar masuk sistem dapat dilakukan. Contohnya, air dalam gelas terbuka.
- Sistem tertutup, dimana hanya ada pertukaran energi atau materi satu arah. Contohnya, air panas dalam gelas tertutup, dimana hanya panas (energi) dari dalam gelas yang bergerak ke arah lingkungan.
- Sistem terisolasi, yaitu dimana tidak terjadi pertukaran materi dan energi sama sekali. Contohnya, air dalam termos.
Entalpi
Entalpi,
seperti asal kata Yunaninya, berarti kandungan
energi pada suatu benda. Jika kita bayangkan kita melihat sebuah
ember yang kita tidak tahu volumenya dan berisi air. Seperti banyak air yang
tidak kita tahu, besar entalpi juga tidak
kita ketahui. Namun, jika dari ambil atau beri air sebanyak satu
gayung dari/pada ember tersebut, kita tahu perubahan isinya. Begitulah kita tahu perubahan entalpi.
Entalpi
dilambangkan dengan huruf H (terkadang dengan h). Kita dapat mengetahui
perubahan entalpi pada suatu reaksi dengan:
Dimana
semuanya terdapat dalam satuan J atau kal.
Jika
kita hubungkan entalpi dengan hukum termodinamika yang pertama, kita akan tahu
bahwa entalpi secara global tidak pernah berubah. Energi hanya bergerak, namun
tidak bertambah atau berkurang. Lebih jauh akan dibahas dalam tulisan Pengayaan
Termokimia.
Reaksi
Eksoterm dan Endoterm
Reaksi
dibagi menjadi dua jenis, sesuai dengan arah perpindahan energi. Mereka adalah
: (a) reaksi eksoterm dan (b) reaksi endoterm. Kita akan membahas yang pertama
dahulu.
- Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm, adalah kejadian dimana panas mengalir
dari sistem ke lingkungan.
Maka, ΔH < O dan suhu
produk akan lebih kecil dari reaktan. Ciri lain, suhu sekitarnya akan lebih
tinggi dari suhu awal.
Contoh
C(s)+O2 -> CO2 (g)
ΔH=-393.4 kJ mol-1
Diagram reaksi eksoterm berupa:
Diagram reaksi eksoterm berupa:
- Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah kejadian dimana panas diserap oleh sistem dari lingkungan.
Maka, ΔH > 0 dan suhu
sekitarnya turun.
Contoh:
- H2(g) + I2(g) -> 2HI(g) ΔH=51.9 kJ mol-1
- Ba(OH)2(s) + 2NH4Cl (s) -> BaCl2(l) + 2NH3(g) + 2H2O(l)
- Penguapan Alkohol
Berikut diagram reaksi endoterm:
Kondisi
Standar & Persamaan Termokimia
Semua persamaan termokimia akan
dituliskan dengan kondisi standar (STP) sebagai
acuannya, yaitu 1 atm (101.3 kPa) dan 25oC (298 K). Ini digunakan
karena unsur pada kondisi ini berada dalam tingkat paling stabil.
Persamaan termokimia akan menyatakan jumlah mol reaktan dan
produk, serta menyatakan jumlah energi yang terlibat. SI untuk ΔH adalah kJ mol-1. 'mol-1'
tidak menyatakan jumlah penyusun senyawa, namun jumlah per mol dalam persamaan tersebut, biasanya
dengan acuan mol produk adalah 1. Contoh
CO(g)
+ 1/2 O2(g) -> CO2(g) ΔH= -283 kJ mol-1
Catatan:
- Terkadang mol-1 hanya dituliskan jika mol reaktan adalah 1, atau tidak dituliskan sama sekali
- Persamaan termokimia juga harus memasukkan kondisi fisis senyawanya
Jenis-Jenis Perubahan Entalpi
Ada
beberapa jenis entalpi, namun kurikulum Indonesia hanya mensyaratkan 4 diantaranya
(anda boleh lega, karena siswa Singapura belajar 7 jenis), yaitu:
- Entalpi Pembentukan Standar (ΔHf0= Standard Enthalpy of Formation)
Entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi untuk membentuk senyawa satu mol dari unsur-unsurnya pada kondisi standar.
Contoh:
H2(g) + 1/2 O2-> H2O(l)
ΔH=-286 kJ mol-1
K(s) + Mn(s) + 2O2 -> KMnO4(s)
ΔH=-813 kJ mol-1
Catatan:
- ΔHf elemen stabil adalah 0
- ΔHf digunakan untuk memperkirakan stabilitas senyawa dibanding penyusunnya
- Semakin kecil ΔHf, semakin stabil energi senyawa itu
- ΔHf tidak mencerminkan laju reaksi (akan dibahas pada bab selanjutnya)
- Entalpi Penguraian Standar (ΔHd0= Standard Enthalpy of Decomposition)
Entalpi penguraian standar adalah kebalikan pembentukan,
yaitu kembalinya senyawa ke unsur dasarnya.
Maka, entalpinya pun akan berbalik.
Contoh:
H2O(l) -> H2(g) + 1/2 O2(g) ΔH=+286
kJ mol-1 (bnd. contoh Hf no. 1)
- Entalpi Pembakaran Standar (ΔHc0= Standard Enthalpy of Combustion)
Entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi
ketika 1 mol materi dibakar habis
menggunakan oksigen pada kondisi standar.
Contoh :
1/2 C2H4(g) + 3/2 O2 ->
CO2(g) + H2O(l) ΔH=-705.5 kJ mol-1
Catatan:
- ΔHc selalu negatif, karena panas pasti dilibatkan
- ΔHc bisa digunakan untuk menilai kandungan energi bahan bakar atau makanan
Entalpi Pelarutan Standar (ΔHs0= Standard Enthalpy
of Solution)
Entalpi pelarutan standar adalah perubahan entalpi
ketika 1 mol materi terlarut pada
sebuah larutan menghasilkan larutan encer.
Setelah itu, tidak akan terjadi perubahan suhu bila larutan awal ditambahkan.
Contoh:
- NH3(g) + aq -> NH3(aq) ΔHs=-35.2 kJ mol-1
- HCl(g) + aq -> H+(aq) + Cl-(aq) ΔHs=-72.4 kJ mol-1
- NaCl(s) + aq -> Na+(aq) + Cl-(aq) ΔH=+4.0 kJ mol-1
Catatan:
- Jika ΔHs sangat positif, zat itu tidak larut dalam air
- Jika ΔH negatif, zat itu larut dalam air
Okee itu dia tentang TERMOKIMIA. Semoga bermanfaat^^




