Archive for Desember 2013

Tips belajar untuk orang dengan cara belajar Visual, Auditory, dan Kinesthetic

Konbanwa^^ O Genki desu ka?
Malam ini saya mau share sesuatu^^
Yap! Ini dia...



Ada 3 (Tiga) jenis Learning Style (Gaya Belajar) seseorang yang bisa diketahui. 

Mungkin Kecenderungan ANDA berada pada salah satu Gaya Belajar tersebut, walaupun ada dari beberapa dari ANDA yang mungkin memiliki GAYA BELAJAR kombinasi. Yuk Kita Jelajahi satu per satu :

Gaya Belajar Audio (Dengan Cara Mendengar)
Mata cenderung meLirik kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Bagi anda/anak anda yang bertipe Auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), Berikut Ciri-ciri orang yang bergaya belajar Audio.
  1. Penampilan rapi.
  2. Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri.
  3. Mudah terganggu oleh keributan.
  4. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat.
  5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
  6. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
  7. Biasanya ia pembicara yang fasih.
  8. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya.
  9. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual.
  10. Berbicara dalam irama yang terpola.
  11. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara.
Tips dan Metode untuk mempermudah cara belajar orang Audio:
  1. Doronglah Diri anda/anak anda untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  2. Ajaklah anda/anak anda untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  3. Gunakan musik untuk belajar/mengajarkan anak anda/anda.
  4. Diskusikan ide dengan orang lain/anak anda secara verbal.
  5. Rekamlah materi pelajarannya ke dalam kaset dan doronglah diri anda/anak anda untuk mendengarkannya sebelum tidur.
Gaya Belajar Visual (Dengan Cara Melihat)
Mata Cenderung Melirik Ke Atas, Berbicara Dengan Cepat. Bagi anda/anak anda yang bergaya belajar Visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan. Berikut Ciri-Ciri Orang yang bergaya belajar Visual :
  1. Mementingkan penampilan dalam berpakaian / prestasi.
  2. Berbicara agak cepat.
  3. Tidak mudah terganggu oleh kesibukan.
  4. Mengingat yang dilihat, daripada yang didengar.
  5. Lebih suka membaca daripada yang dibacakan.
  6. Pembaca cepat dan tekun.
  7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata.
  8. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato.
  9. lebih suka musik daripada seni.
  10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksiverbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan untuk mengulanginya.
Tips dan Metode untuk Mempermudah proses belajar orang Visual :
  1. Gunakan warna untuk menandai hal-hal yang penting.
  2. Gunakan materi visual seperti gambar, diagram, dan peta.
  3. Seringlah membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan Multimedia seperti komputer dan radio.
  5. Cobalah untuk mengilustrasikan ide-ide ke dalam gambar.
Gaya Belajar Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh).
Mata cenderung melirik kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anda/Anak anda yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Berikut Ciri-Ciri Orang yang bergaya belajar Kinestetik :
  1. Penampilan rapi.
  2. Berbicara perlahan.
  3. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan.
  4. Belajar melalui memanipulasi dan praktek.
  5. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  6. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.
  7. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita.
  8. Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca.
  9. Menyukai permainan yang menyibukkan.
  10. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu.
  11. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.
 Tips dan Metode untuk Mempermudah proses belajar orang Kinestetik :
  1.  Jangan paksakan diri anda/anak anda untuk belajar sampai berjam-jam.
  2. Ajaklah diri anda/anak anda untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajaklah membaca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  3. Izinkan diri anda/anak anda untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  4. Gunakan warna terang untuk mengingat hal-hal penting dalam bacaan.
  5. Izinkan diri anda/anak anda untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anda/anak anda. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anda/anak anda dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Arigatou^^ Semoga bermanfaat

Fungsi Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah



Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah 


Darah merupakan jaringan yang tersusun atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Kurang lebih 55% bagian dari darah adalah plasma. Darah mempunyai fungsi utama sebagai alat transportasi dimana darah dipompa oleh jantung dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Berikut sel-sel dan komponen penyusun darah serta Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah:

1.  Plasma
Plasma adalah bagian cair darah dan sebagian besar tersusun oleh air. Sekitar 91% plasma darah terdiri atas air. Selebihnya adalah zat terlarut yang terdiri dari protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi), garam mineral, dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme, gas-gas, dan hormon).
2.  Sel darah merah
Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan mengandung hemoglobin. Jumlah sel darah merah yang normal kurang lebih adalah 5 juta sel/mm3 darah. Sel darah merah dibentuk pada tulang pipih di sumsum tulang dan dapat hidup hingga 120 hari.
Fungsi sel darah merah: Megangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Oksigen diangkut oleh Heimoglobin (Hb).
3.  Sel darah putih
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam setiap milimeter kubil darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih
Fungsi sel darah putih : Melindungi tubuh dari benda asing seperti bakteri dan virus dengan cara memakan bakteri atau virus tersebut dengan kemampuan fagositosis
4.  Keping Darah
Keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukurankeping darah lebih kecil daripada sel darah merah. Jumlahnyakurang lebih 300.000 pada tiap 1 mm3 darah. Keping darah hidupnya singkat, hanya 8 hari.
Fungsi keping darah : Berperan dalam proses pembekuan darah
Itulah materi mengenai Fungsi Plasma, Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah, semoga bermanfaat.

Hewan Purba di Indonesia yang masih hidup sampai sekarang

Konbanwa Minna^^ I'm come back
Malam ini saya akan share tentang hewan purba di Indonesia yang masih hidup sampai sekarang
Yap! Ini dia... Happy reading^^




7 Hewan Purba Di Indonesia Yang Masih Hidup Sampai Sekarang
Biasanya jika kita ingin melihat hewan purba maka kita hanya akan melihatnya dalam bentuk fosil karena hewan purba itu sudah punah jutaan tahun yang lalu. Tapi ternyata diantara hewan purba itu masih bisa ditemukan beberapa hewan purba yang masih hidup di bumi ini termasuk di wilayah Indonesia. 

Hewan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada itu bisa disebut fosil hidup. Fosil hidup adalah sebutan bagi hewan atau tumbuhan yang dianggap sudah punah dan menjadi fosil, tetapi pada kenyataannya masih hidup. Sebutan ini dapat pula dikenakan bagi hewan/tumbuhan yang diketahui telah ada jutaan tahun lalu dengan bentuk yang tidak mengalami banyak perubahan dengan peninggalan fosilnya.
Beberapa fosil hidup hewan purba yang bisa ditemukan di Indonesia diantaranya adalah:

1 Komodo


 
Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.

2 Penyu Belimbing



 
Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi. Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing bisa mencapai 900 kg, dengan panjang badan sekitar satu setengah hingga dua meter. Tidak seperti penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki karapas keras. Karapasnya seperti sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya elastis dengan punggung membujur. Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur, dan hanya ada sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur. Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi berbagai wilayah di belahan bumi ini.

3 Ikan Coelacanth


 

Ikan Coelacanth diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam, hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth adalah ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bagian barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Di Indonesia ikan purba Coelacanth dapat ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.

4 Ikan Arwana


 

Ikan Arwana merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu. Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Ikan ini dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Ikan arwana (Scleropagus sp.) bisa ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana adalah arwana super red yang merupakan ikan asli hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.

5 Buaya Muara


 

Buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa di bumi ini. Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah salah satu spesies buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Buaya masih mempunyai kerabat dekat dengan hewan reptil purba, CrocodileSaurus yaitu nenek moyang buaya yang mempunyai panjang hampir 30 meter. Namun karena pengaruh alam, tubuh CrocodileSaurus menyusut hingga menjadi buaya muara. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.

6 Belangkas


 

Hewan mirip kepiting ini adalah hewan jenis artopoda yang hidup di perairan dangkal dan kawasan mangrove. Kadang disebut juga dengan nama kepiting ladam, mimi, atau mintuna. Mimi adalah nama dalam bahasa Jawa untuk yang berkelamin jantan dan Mintuna adalah untuk yang berkelamin betina. Hewan ini merupakan salah satu hewan purba yang tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama. Bentuk hewan ini berbentuk seperti ladam kuda berekor. Meski bentuknya menyeramkan, daging dan telur belangkas bisa dijadikan makanan. Namun perlu berhati-hati karena ada bagian tubuhnya yang mengandung racun. Belangkas bisa ditemukan di perairan laut Asia Tenggara dan Amerika Utara. Di Indonesia, jenis belangkas yang ditemukan adalah Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus dan Carcinoscorpius rotundicauda. Jenis T. gigas banyak dijumpai di perairan estuaria hampir merata diseluruh perairan Indonesia.

7 Trenggiling


 

Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling dapat ditemukan di Asia Tenggara. Trenggiling yang ada di Indonesia dikenal dengan nama Trenggiling Jawa (Manis Javanica) dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali. Walaupun tampak seperti reptil, hewan ini tergolong mamalia. Sekarang di Indonesia sendiri hewan ini termasuk hewan yang dilindungi. Di Provinsi Jambi populasi trenggiling masih cukup banyak ditemui.

Wow! Keren yaa^^ 
Mari kita lestarikan hewan-hewan tersebut. Dan jangan lupa Cintai Indonesia^^
Okee..semoga bermanfaat^^

- Copyright © Nafisah yunda XIA2 - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -